Ilustrasi: Silaturrahim Keluarga ceria. Keep smile ya ...!
Silaturrahim adalah anugerah. Betapa tidak, banyak orang yang ingin bertemu (silaturrahim) … entah dengan keluarga, orangtua, teman, atau kenalan dan kerabat lainnya tetapi tidak berkesempatan melakukannya karena satu dan lain hal. Oleh karenanya, begitu kesempatan itu ada, maka saya ingin melakukannya segera. Tidak perlu menunda-nundanya. Apalagi, mencari-cari alasan untuk 'menggagalkan'nya.
Adalah sebuah anugerah terbesar ketika mudik ke Jakarta (28 Desember 2007 – 7 Januari 2008) untuk menemui keluarga, Rennie, Randy dan Rania, Mamah serta adik-adik sekeluarga di Jakarta saya berkesempatan bersilaturrahim kembali (reuni) dengan teman-teman SMA, alumni SMA Negeri 2 Malang (smanda) yang berdomisili di Jadebotabek.
Silaturrahim kali ini digagas oleh Hj. Wiwik dan Erny, yang didukung oleh Hj. Henny. Awalnya, silaturrahim itu merupakan salah satu topic yang hangat di milis yang saya ikuti, yaitu ‘milis smanda’ yang dimoderatori oleh Suharso Hermawan. Seingat saya, topic silaturrahim di Van de Glank (demikian Gisho, panggilan akrab Suharso Hermawan biasa menyebut Pandegalang) sudah sering kami bahas berkali-kali di milis, tetapi baru kali ini dapat ‘kejadian’.
Subhanallah! Sungguh suatu anugerah ketika akhirnya kami dapat bersilaturrahim di Van de Glank, di salah satu vilanya Hj. Henny (saya sebut saja salah satu vila, siapa tahu banyak vila lain yang dimilikinya dan belum saya ketahui) dari 5 – 6 Januari 2008. Thanks to Hj. Henny atas kesediannya menjadi ‘host’ silaturrahim kali ini.
Memancing. Apa saja kegiatan yang dilakukan selama dua hari-semalam di Van de Glank itu? Oh … sungguh indah! Kami ‘check-in’ ketika adzan Sholat Isya berkumandang. Setelah sholat dan santap malam (dinner) kami berkumpul di ruang tengah dari rumah yang asri itu untuk saling memperkenalkan anggota keluarga masing-masing. Kemudian, menyusul ‘performance’ dari masing-masing keluarga. Om Gisho memainkan organ, lalu diikuti oleh Randy, menyusul ‘dance’ oleh Rania, juga nyanyi oleh grup vocal Angie, Dana dan kedua adiknya (wah maaf …. om lupa nama-namanya nih).
Kemudian acara dilanjutkan dengan permainan (game) yang dipandu oleh Randy, sebut saja permainan ‘Jeruk Battle’. Jangan dibayangkan bahwa game itu seperti saling lempar jeruk, tetapi memperebutkan jeruk yang diletakkan di tengah-tengah arena (menggunakan karpet/permadani), dimana ada dua tim yang saling berhadapan (masing-masing anggota tim mengetahui nomor-nomor yang harus selalu mereka ingat dan berdiri di luar batas karpet) untuk adu cepat mengambil jeruk tadi setelah ada aba-aba (berupa panggilan nomor secara acak oleh seorang juri).
Adalah sebuah anugerah terbesar ketika mudik ke Jakarta (28 Desember 2007 – 7 Januari 2008) untuk menemui keluarga, Rennie, Randy dan Rania, Mamah serta adik-adik sekeluarga di Jakarta saya berkesempatan bersilaturrahim kembali (reuni) dengan teman-teman SMA, alumni SMA Negeri 2 Malang (smanda) yang berdomisili di Jadebotabek.
Silaturrahim kali ini digagas oleh Hj. Wiwik dan Erny, yang didukung oleh Hj. Henny. Awalnya, silaturrahim itu merupakan salah satu topic yang hangat di milis yang saya ikuti, yaitu ‘milis smanda’ yang dimoderatori oleh Suharso Hermawan. Seingat saya, topic silaturrahim di Van de Glank (demikian Gisho, panggilan akrab Suharso Hermawan biasa menyebut Pandegalang) sudah sering kami bahas berkali-kali di milis, tetapi baru kali ini dapat ‘kejadian’.
Subhanallah! Sungguh suatu anugerah ketika akhirnya kami dapat bersilaturrahim di Van de Glank, di salah satu vilanya Hj. Henny (saya sebut saja salah satu vila, siapa tahu banyak vila lain yang dimilikinya dan belum saya ketahui) dari 5 – 6 Januari 2008. Thanks to Hj. Henny atas kesediannya menjadi ‘host’ silaturrahim kali ini.
Memancing. Apa saja kegiatan yang dilakukan selama dua hari-semalam di Van de Glank itu? Oh … sungguh indah! Kami ‘check-in’ ketika adzan Sholat Isya berkumandang. Setelah sholat dan santap malam (dinner) kami berkumpul di ruang tengah dari rumah yang asri itu untuk saling memperkenalkan anggota keluarga masing-masing. Kemudian, menyusul ‘performance’ dari masing-masing keluarga. Om Gisho memainkan organ, lalu diikuti oleh Randy, menyusul ‘dance’ oleh Rania, juga nyanyi oleh grup vocal Angie, Dana dan kedua adiknya (wah maaf …. om lupa nama-namanya nih).
Kemudian acara dilanjutkan dengan permainan (game) yang dipandu oleh Randy, sebut saja permainan ‘Jeruk Battle’. Jangan dibayangkan bahwa game itu seperti saling lempar jeruk, tetapi memperebutkan jeruk yang diletakkan di tengah-tengah arena (menggunakan karpet/permadani), dimana ada dua tim yang saling berhadapan (masing-masing anggota tim mengetahui nomor-nomor yang harus selalu mereka ingat dan berdiri di luar batas karpet) untuk adu cepat mengambil jeruk tadi setelah ada aba-aba (berupa panggilan nomor secara acak oleh seorang juri).
Malam itu acara masih diteruskan, meskipun acara 'performance' telah usai. Ada yang hunting durian (duren), main kartu (UNO), karaoke, dan bercerita (mendongeng) oleh Om Gisho. Tak ayal, anak-anak malam itu 'melekan' hingga dini hari jam 3 pagi. Olala!
Paginya, acara lebih seru lagi. Setelah menyantap sup ala suki, beberapa dari kami memancing di kolam ikan, di halaman vila itu. Om Yanuar berhasil mendapatkan ikan yang cukup besar (dibawa pulang buat oleh-oleh nyonyah ngga om?). Lalu, beberapa dari kami asyik membakar ikan. Tapi, itu bukan ikan hasil pancingan kami lho. Itu dibeli Hj. Henny di pasar. Hehehe....
[cerita masih berlanjut …. Kapan2 deh nulisnya, hehehe …]
Ilustrasi: Alamak ... enak nian ikan bakar, sambal pete,
tempe bacem, ayam goreng dan sayur asemnya nih. Subhanallah!
Ilustrasi: Tim 'ikan bakar' in action.
Hm ... bau ikan bakarnya saja mak nyus!
Ilustrasi: Anak-anak ceria 'beraksi' di dekat sawah,
persis di seberang vilanya Tante Hj. Henny, Pandeglang

No comments:
Post a Comment